KKN 25 UTM Melaksanakan Pelatihan Pembuatan, Pengemasan, dan Pemasaran Permen Mangga


Senin, 30 Juli 2018 bertempat di Balai Desa Beluk Ares, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep. Kelompok KKN Tematik 25 Universitas Trunojoyo Madura melakukan sosialisasi dan pelatihan. Sosialisasi dan pelatihan terkait pembuatan, pengemasan, dan pemasaran Permen mangga dengan target peserta ibu-ibu PKK dan warga desa Beluk Ares. Kegiatan dimulai sekitar pukul 14.30 WIB dengan dihadiri sekitar 15 peserta dan juga dihadiri oleh Nanik Suhartatik selaku istri dari Kepala Desa Beluk Ares atau yang kerap disapa Bu Klebun.

Kelompok KKN 25 melakukan pelatihan cara pembuatan permen mangga dengan melibatkan peserta pelatihan secara langsung dan peserta pun sangat antusias mencoba membuat permen mangga sesuai dengan arahan dari kelompok KKN 25. Alasan peserta pelatihan sangat antuasias, karena selama ini buah mangga di Desa Beluk Ares dijual langsung per keranjang dengan harga sekitar Rp 50.000 (lima puluh ribu) tanpa dikelola terlebih dahulu guna meningkatkan harga jual dari buah mangga itu sendiri. Bu Klebun juga berpesan kepada semua peserta pelatihan ini, agar dapat mencoba membuat olahan permen mangga guna meningkatkan perekonomian desa. Proses pembuatan dan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat permen mangga sangat mudah dan terjangkau. Selain itu, permen mangga sendiri memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Seperti menyehatkan mata, melancarkan pencernaan, dan mencegah kanker.

Untuk pengemasan sendiri, kelompok KKN 25 sudah menyiapkan contoh wadah dengan harga yang terjangkau dan menarik. Disamping itu, kelompok KKN 25 telah membuat label yang dapat menjadi ciri khas dari produk permen mangga ini agar mudah dikenali oleh konsumen. Selain pembuatan dan pengemasan, kelompok KKN 25 juga memberikan sosialisasi untuk pemasaran dari produk permen mangga. Dengan mengangkat materi Marketing Mix, yaitu 4P (Product, Price, Place, dan Promotion). Hal yang ditekankan oleh kelompok KKN 25 dalam sosialisasi ini adalah Price dan Place, alasan kelompok KKN 25 menekankan dua hal ini karena perputaran perekonomian di Desa Beluk Ares dinilai cukup lamban. Oleh sebab itu, tempat penjualan serta distribusi produk harus lebih tepat sasaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAHASISWA KKN UTM GELAR PEMERIKSAAN DAN PENGOBATAN GRATIS KEPADA WARGA DESA

MAHASISWA INOVASIKAN KELAPA MENJADI PRODUK UNGGULAN