MAHASISWA INOVASIKAN KELAPA MENJADI PRODUK UNGGULAN

Foto 1: Suasana proses Pelatihan Pembuatan Produk Unggulan  di Balai Desa Beluk Ares, Ambunten, Kabupaten Sumenep (12/7/2019)

    Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 19 mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura, di Desa Beluk Ares, Ambunten, Kecamatan Sumenep adakan pelatihan pembuatan produk unggulan berbahan kelapa. Pelatihan ini digelar di Balai desa Beluk Ares Ambunten Sumenep. Dihadiri oleh Ibu-ibu PKK dan warga setempat untuk menyaksikan dan mengikuti pelatihan produk secara langsung. Sesuai dengan KKN kali ini yang mengusung tema "Mengembangkan Potensi Unggulan Desa" KKN kelompok 19 menciptakan produk unggul desa yang berupa Kripik Kelapa. Kripik ini dibuat menjadi tiga variasi rasa yaitu, rasa original, manis, dan balado manis. Munculnya ide untuk menciptakan produk ini berawal dari inisiatif mahasiswa KKN yang melihat bahwa desa memiliki potensi produksi kelapa melimpah. Selama ini limpahan kelapa yang ada di desa Beluk Ares tidak terolah dengan baik dan biasanya hanya dijual masih dalam bentuk buah. Akhirnya mahasiswa berkeinginan untuk memanfaatkan hasil kelapa tersebut dan diolah menjadi makanan inovatif.
     
        Pelatihan yang berbasis pemberdayaan ini dilaksanakan pada hari Jum'at tanggal 12 Juli 2019 mendapatkan apresiasi dari warga setempat. Melihat antusias dan partisipasi  warga setempat dalam mengikuti acara pelatihan produk mulai dari proses pembuatan, pengemasan, sampai pemasangan label membuat mahasiswa KKN 19 semakin optimis atas langkah awal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa berbasis ekonomi kreatif. Tujuan diadakannya pelatihan produk unggulan ini adalah untuk menjembatani antara dunia masyarakat dan perguruan tinggi. Selain itu harapan besar dari KKN 19 sendiri dari hasil olahan tersebut mampu membantu dalam menggerakkan dan meningkatkan siskulasi perekonomian di pedesaan.
    seperti yang disampaikan Rohmania selaku penanggung jawab produk unggulan, "berharap bahwa hasil produk olahan kelapa ini menjadi makanan khas desa Beluk Ares dan  dapat meningkatkan pendapatan masyarakat desa Beluk Ares itu sendiri. Jika ini terus berlanjut dan nilai jual produk tinggi selayaknya pemerintah desa mengakomodir warga dan membentuk kelompok home industry (12/7/2019).
Hal ini bukan tidak mungkin dapat terjadi, memanfaatkan hasil bumi dengan kreatifitas dari olahan dapat menciptakan produk yang inovatif dan produktif. Mungkin ini tidak gampang seperti yang dibayangkan. Hanya saja butuh usaha serius dan komitmen yang tinggi untuk mencapainya.
Foto2. Hasil olahan produk yang sudah dikemas

      Adapun cara pembuatan dan komposisi yang dibutuhkan sangat mudah dan gampang yaitu; siapkan 1 buah kelapa muda, tepung tapioca 250gr, telur ayam 1 butir, ½ sdt garam, gula pasir 100 gr, santan instan 2 sdm, tepung beras 250 gr, vanilla bubuk 1 sdt, air 300 ml, dan minyak goreng secukupnya. Cara pembuatannya pertama, iris kelapa tipis-tipis, setelah itu masukkan semua bahan ke dalam satu wadah, lalu aduk hingga rata. Masukkan irisan kelapa tadi ke dalam adonana, lalu goreng ke dalam minyak yang sudah dipanaskan.

Penanggung Jawab Produk Unggulan: Rohmania

Sumenep(12/7/2019)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAHASISWA KKN UTM GELAR PEMERIKSAAN DAN PENGOBATAN GRATIS KEPADA WARGA DESA